Showing posts with label Satkar Ulama. Show all posts
Showing posts with label Satkar Ulama. Show all posts

Monday, January 12, 2015

11 Alasan Mengapa Liburan Saya di Makassar pada Januari 2015 Adalah Liburan Paling Sempurna

So, yes, I went back. After more than 16 months.

Tiga semester sebelumnya, hadiah yang saya berikan untuk diri saya setiap kali selesai ujian akhir adalah tidur, makan sepuasnya, lalu membaca buku-buku seharian di atas tempat tidur sampe mengantuk, kemudian terbangun karena lapar, lalu makan, lalu baca buku lagi, sampai tertidur lagi, dan seterusnya. Hidup ini indah. Tapi di akhir semester empat, saya ingin menghadiahkan diri saya sesuatu yang pantas saya dapatkan. Dan saya membeli hadiah itu dua bulan sebelum saya menyentuhnya. Saya akhirnya pulang ke Makassar.

And it was the most perfect post-exam reward I gave to myself. 
And it became the most perfect holiday since 2013.
Kenapa?

1. Karena Benji dan Riri Hadir Bagaikan Malaikat
Semalam sebelumnya saya diberi tahu oleh Amdy dan Fikar bahwa dua orang ini akan mengangkut teman-teman kita ke bandara. Saya terenyuh. Kesetiaan mereka pada angkatan ini dari dulu tidak hanya dibuktikan dengan hadir pada acara makan-makan, tetapi juga mengantar teman-teman kemana-mana. Keluar makan, keluar karaoke, pergi bandara, dan sebagainya. Tanpa mereka, pasti saya akan mengeluarkan lebih banyak biaya. (Tolong April jangan bilang 'nda goyang ji CIMB' nah).
Terima kasih Benji dan Riri.
CEPAT KI ITU NAIK UJIAN MEJA DI'.


2. Karena Amdy dan Chris Membawa Kabar Gembira Yang Lebih Gembira dari Kabar-kabar Gembira Lainnya
Dan Christiansen Frisilya Perangin-Angin resmi menjadi orang kedua di angkatan ini yang bekerja bersama BUMN. Setelah Dita di J*******k, Chris dalam hitungan hari saja akan berstatus sebagai Pegawai OjekHI OJK. Luar biasa sungguh teman-teman ini. Tunggu mi saya sama Dissa nanti ikut-ikutan juga kerja di BUMN. Pos Indonesia, biar bisa ki keliling NKRI dan cari jodoh dari Sabang sampai Merauke, dari Bima sampai Soni, dari Donri-donri sampai desa Cia-cia.
Trus apa bede kabar gembiranya Amdy? Ehehehe, tunggu mi sampai dia dapat giliran diantar ke bandara.

3. Karena Fikar, Apip dan Ridho Ternyata Pria Paling Macho se-BTP
Pulang ke Makassar, saya menyadari ternyata mereka telah berubah. Semua ini karena produk Barat. Ya, Murray's Pomade itu telah menjatuhkan ideologi mereka. Mereka tidak lagi menggunakan produk lokal seperti minyak urang-aring atau Gatsby. Sungguh perubahan drastis. Dengan Murray's Pomade itu, mereka kini dinobatkan sebagai pria paling tampan se-BTP. Tidak mengherankan jika Dilah, tetangga mereka, diam-diam suka melirik mereka sambil pura-pura jemur baju dan dengar lagu Gita KDI. Apalagi kalo naik motor gede mi Ridho. Heeem... Na kalah-kalah pesonanya Fais atau Ishaq atau Ikki waktu Maba.

4. Karena Chida Tambah Putih dan Dwi dan Dissa Tambah Cantik
Seputih-putihnya Nu yang ada darah Cina nya, seputih-putihnya Vinsen yang kuliah di Cina, seputih-putihnya Hutry yang minum glukogen, lebih putih ki Chida sekarang. Serius ka' teman-teman. Mungkin karena Pertamina Foundation suka bagi-bagi SK-II gratis. Atau mungkin Chida mau ikut pemilihan Putri Hijab Minyak Tanah.
Sementara itu, Dissa dan Dwi membuat saya bergejolak ketika berjumpa mereka di bandara. Pengaruh London terbawa sudah ke Makassar. Mungkin ini pertanda bahwa Dwi harus kembali ke London untuk melanjutkan kuliahnya, dan Dissa juga harus ikut. Biar nanti 2017 ketika balik ke Makassar lagi untuk reunian, mereka semakin, cantik, mapan, dan tentu saja siap dipinang. Dipinang oleh pria yang tulus. Tanpa embel-embel tas Gosh apalagi yang masih ada label harganya.

5. Karena Manda Hadir dengan Tiba-tiba
Sulit dipercaya, di tengah lahapnya kami memakan Coto Paraikatte sore itu, ia hadir. Dan saya terkejut. Manda memang masih pendiam. Manda termasuk lima orang paling pendiam di angkatan, sama halnya dengan Sary, April, Pida, dan Benji. Senang rasanya bertemu Manda. Tapi saya mau, pertemuan selanjutnya, ia sudah bergelar S.IP. Bisa ji toh? Bisa jiiiii.....

6. Karena Dilah Masih "Kencang"............
........SUARANYA. Ketika berbicara, suaranya masih seperti dulu. Masih ramai. Masih heboh. Masih suka makan-makanan anak-anak yang di jual di depan sekolah-sekolah. Masih suka ambil foto pake kamera depan. Dan tentu saja, masih imut. Tapi saya berharap semoga Dilah masih suka nulis. Biar secepatnya menyumbangkan tulisan perdananya di blog ini.
(Ikki, I know you're reading this. Post yours!)

7. Karena Akhirnya 'Ngireng' dan 'Diskusi Asyik' Ada Lagi. Setelah Beberapa Tahun Dirindukan.
Sungguh pengalaman yang luar biasa. Terakhir kali saya ikut ngireng kalo tidak salah adalah pada malam tahun baru 2011, di rumah Dwi (dipisah ji laki-laki sama perempuannya). Terakhir kali ngireng yang seangkatan, yaitu tahun 2010 waktu kita jadi panitia baksos, dimana malamnya kita mempersiapkan morcaf di rumah Ridho sambil diam-diam menyiapkan kejutan untuk ulang tahun Icha. Terakhir kali diskusi asyik, kapan ya? Waktu semester 7, dimana kita beberapa kali ngumpul di Baruga untuk berdiskusi mengenai isu-isu HI yang pematerinya kita ganti-ganti. Ingat? Itu lah, yang diinisiasi oleh Ikki.
Nah, di Makassar kemarin, saya dibuat percaya bahwa ngireng dan diskusi asyik adalah bagian dari kita. Walaupun pesertanya hanya saya, Ridho, Apip, Benji dan Fikar (serta topik yang dibicarakan adalah topik-topik umum untuk latihan IELTS), suasana kebersamaan kembali terasa. Bedanya, kali ini tidak ada Nani yang biasa belikan minum, Aldy yang suka bertanya, atau Ivon serta DBD yang suka berfoto-foto di setiap kesempatan ngumpul-ngumpul angkatan.

8. Karena Ada Banyak Kisah Yang Saya Tidak Tahu Kalau Saya Tidak Kembali
Dan banyak kisah serta skandal yang terungkap. Tentang cinta yang datang maupun cinta yang pergi. Sudah lah, jangankan pergi setahun setengah, sebulan saja banyak kejadian mengejutkan. Yang penting, karakter kita masih sebaik dahulu. Dan yang lebih penting, kita bisa belajar dari setiap momen dalam hidup ini. Untuk hidup yang lebih baik. Oleh karenanya, bergabunglah bersama CIMB Niaga. Ehehehe cuma coba-coba.

9. Karena Kami Sempat Ber-Kicau
Kami makan pisang epe' malam itu. Dan sempat melihat kembali twit-twit lama di akun angkatan. Ada rasa rindu untuk ngetwit lagi. Dan akhirnya saya dibantu admin lain, kembali bergoyang dengan tema #KulinerKicau. Beda rasanya ngetwit sendiri dengan ngetwit dibantu oleh admin lain. Kami tertawa seperti orang gila. And that laughter, is the laughter I had been missing since I left Makassar.

10. Karena Angkatan Rapuh Masih Nongkrong Di Canai
Di malam terakhir saya di Makassar, kami berkumpul di Roti Canai Mahadhir. Ada Manda, Chida, Dissa, Amdy, Chris, Riri, Fikar, Benji, Apip, Ridho. Memang waktunya tidak lama. Tapi memorinya akan bertahan lama. Acara nongkrong itu mengingatkan saya pada acara nongkrong terakhir kita dengan jumlah anggota yang cukup banyak. Dulu ada Michael, Nani, April, Ikki, Inna, Aldy, dan lain-lain. Dan tempat ini memang menjadi tempat yang sering kita kunjungi. Sepulang kuliah, saat istirahat, saat tidak ada dosen, atau saat sekedar ingin duduk-duduk dan bercerita. 

11. Karena Angkatan Rapuh Masih Rapuh
Dan tentu saja, liburan kemarin menjadi liburan paling sempurna karena angkatan kita masih seperti dulu. Orang-orang yang sama dengan mimpi yang berbeda. Orang-orang yang sama dengan perjalanan hidup yang berbeda. Tapi liburan kemarin membuat saya tetap percaya, bahwa dimana pun kita berada, sejauh apapun kita berjalan mengejar impian, ada saatnya kita lelah. Lalu kembali. Kembali kepada orang-orang yang mengerti kita. Yang kita sebut keluarga. Yang tahu kita punya masalah tanpa kita ceritakan. Orang-orang yang masih peduli. Masih sudi mendengarkan keluhan kita di kehidupan yang baru. Masih mau menghibur kita dengan lelucon yang sama. Masih saling mendukung. Masih menyayangi. Masih rapuh.





13 Januari 2015,
Di sela-sela penulisan tesis,

Satky

Saturday, October 18, 2014

April di Bulan Oktober

Heeem...

Berat sekali ya rasanya ketika harus menulis ini. Saya dan Sary berjanji setia untuk sama-sama menulis di blog ini sebagai bentuk permohonan maaf kami yang tidak mampu menghadiri salah satu hari paling fenomenal di angkatan kita. Hari pernikahan Aprilia Fatmadini Eka Pradani. April adalah legenda yang mewarisi nama Angkatan Rapuh. Ia adalah satu-satunya peserta rapat angkatan yang menyebutkan kata “Rapuh”. Peserta lain tidak pernah mempopulerkan kata ini, hanya kata-kata lain seperti “Sa sa sa saya” yang dipopulerkan oleh sang dewi Pur Nama Sary Nadjun.

Dan ia telah menikah. Berstatus sebagai seorang istri. Rasanya, sulit dipercaya ketika beberapa hari lalu saat prosesi akad nikah dan resepsi di Kendari, banyak teman-teman yang menuliskan rasa bahagianya di status BBM. Hampir semua teman-teman angkatan rapuh di BBM merubah display picture dengan foto yang diambil Fatma di Kendari. Saya merinding sekali, April nampak mempesona dan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia sekaligus nervous-nya karena dalam hitungan detik akan melewati salah satu momen besar nan sakral yaitu GM. Maksud saya, akad nikah.



Sulit dipercaya, April yang setahun lalu masih sering mengirimkan SMS ngumpul angkatan, kini mengirimkan undangan pernikahan. April yang kemarin suka duduk di Canai, kini duduk di pelaminan. April yang kemarin selalu ikut rapat baik itu rapat himpunan maupun rapat advokasi dengan lembaga-lembaga lain, kini rapat-rapatan dengan Kang Sehan *ihiiik. April yang kemarin di group Line biasanya bertanya nomor telepon dosen, kini bertanya siapa yang bisa makeup untuk pagar ayu-nya di hari pernikahan. April yang kemarin suka menuju MTC, kini menuju SMW (sakinah mawaddah warrohmah). April yang kemarin suka jalan sendiri dari kosan ke kampus, kini jalan dengan ditemani Akang menuju hidup yang lebih bersahaja. Kamu berubah, April….. #TatapAlaNuKaloLagiTeatrikal Kang, jaga april baik-baik, Kang… Dia rapuh, Kang...

April adalah sosok yang menginspirasi. Selain menginspirasi nama angkatan, ia adalah orang satu-satunya di angkatan yang mendapatkan gelar lulusan terbaik di Fisip Unhas (Wani juga kalo nda salah, tapi Wani belum pi menikah jadi nanti pi dibahas kalo menikah mi). Saya ingat sekali waktu pertemuan pertama angkatan ini, di rruang FIS III 10sekian, kita pertama kali dikumpulkan seangkatan, dengan seragam hitam putih dan kepala botak bagi yang laki-laki (kecuali Michael ndak botak-botak amat sehingga diminta cukur lagi oleh senior). Di ruang itu, April stand out saat berdebat dengan Rizky Aftaria mengenai pentingnya berorganisasi. April sudah bosan dan muak dengan organisasi karena semasa SMA (maksud saya SMK, SMK Pariwisata Kendari), organisasi pelajar telah terbukti membuyarkan akademik April. Namun, seiring berjalannya perkaderan, ternyata April percaya lagi dan jatuh lagi kepada organisasi, hingga ia menjadi sosok yang berwawasan global, berbudi pekerti luhur, dan membanggakan bagi orangtua, keluarga, dosen, teman-teman, pacar, odo’-odo’, dan tentu saja, CIMB Niaga. *Ehehehe cuma coba-coba

April memang selalu pandai memotivasi kita semua. Dulu dia selalu berkata “semangatkoooo…” kepada kita semua di kala rapuh, atau “masukkoooo….” kepada teman-teman yang suka skip kelas. Tapi tak jarang juga dia berkata “iiiiiihhhh… apa ituuuuu….” atau “iiiiih, kukira kuda koooo. Mirip kiii….” dengan polosnya. Ah, April memang menyimpan banyak kenangan semasa kuliah dulu (ceritanya 10 tahun maki lulus). 

Dan, hari ini ia kembali memotivasi banyak orang. Terutama Sary, Amdy, Dwi, Dissa dan perempuan-perempuan lain. Memotivasi untuk segara melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan arah yang lebih baik, yaitu CIMB Niaga *eh, maksud saya jenjang pernikahan. Ehehehe cuma coba-coba. Tapi yang paling penting, selain termotivasi, kita semua seangkatan merasa bahagia atas kebahagiaan April. Salah satu perempuan paling fenomenal seangkatan telah menikah. Ini semua kabar gembira untuk kita semua. Untuk yang di Makassar, yang di daerah-daerah lain di Indonesia, dan di negara manapun kita berpijak. 

Saya, begitupun dengan teman-teman yang lain yang berhalangan hadir, meminta maaf yang sebesar-sebesarnya atas ketidakhadiran ini. Saya percaya, yang menang bagi saya, sama saja bagi saya. Doa kami akan terus terkirim untuk kelancaran resepsi di Makassar yang akan dilaksanakan dalam kurang lebih 17 jam lagi.

Berbahagialah, April.
Berbahagialah, teman-teman.

KL, 19 October, 2014


Angkatan kita rapuh!

Wednesday, August 6, 2014

Surat Terbuka Untuk Angkatan Rapuh

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.

Saudara seangkatanku yang budiman,
Saya, ketua kelas Organisasi dan Kerjasama Internasional tahun ajaran 2010-2011, menulis surat terbuka ini dengan maksud untuk menyampaikan dan meluapkan perasaan dan isi hati saya yang berkecamuk.  Jangan salah paham, saya tidak bermaksud untuk meneror saudara sekalian. Karena bagi saya, yang menang bagi saya, sama saja bagi saya. Ah. Cukup. Saya menuliskan surat terbuka ini karena memang surat terbuka sedang ngehits. Semoga surat ini dibaca, dihayati, dan diindahkan.

Saudara seangkatanku yang budiman dan rapuh,
Saya keberatan. Sa sa sa saya keberatan. Saya mewakili Nurul Fajri Husin, Hutriana Akbar, Fardillah Qurrata A'Yun, Rahmat Hidayat, Azlansyah Reza, Syukran AK, Rizky Aftaria, Zainal Abidin Kadir, dan semua teman-teman yang tidak mampu menghadiri acara ngumpul-ngumpul Angkatan Rapuh tertanggal 5 Agustus 2014 pada pukul 19 WITA bertempat di Kedai Canai Mahadhir, menyampaikan keprihatinan yang sedalam-dalamnya. Rasa iri kami terhadap undangan yang disebar oleh saudari Purnamasari Nadjun Putra melalui Blackberry Messenger (BBM), status yang diupdate oleh saudari Dwi Purnama Kasmad, Nasriani Nawir dan Dissa Julia Paputungan, serta foto-foto yang diunggah saudari Amanda Fajriana dan Amdya Mashfufah Hisyam melalui berbagai sosial media membuat kami diam tak berdaya, termenung lesu dalam keheningan relung jiwa yang sendirian ini. Sungguh merengkuh sanubari, ketika pertemuan Angkatan Rapuh sudah terasa mustahil untuk diinisiasi, dan akhirnya mampu terlaksana dengan damai, adil, sentosa, dan penuh suka cita serta kehangatan kebersamaan, kami (orang-orang yang belum beruntung ini) hanya mampu menyaksikan kebahagiaan tersebut dari jauh.

Saudara seangkatanku yang saya sayangkan sayangi.
Saya merasa bangga. Kembali kita mendengar nama anggota Angkatan Rapuh yang akan mengepakkan sayapnya ke kancah internasional. Terkirim rasa haru nan hangat untuk dua orang sahabat, Mutmainna Syam dan Aldy Muhammad Zulfikar, yang dalam hitungan hari saja sudah akan menginjakkan kaki mereka ke tanah penuh sejarah, Buton, Turki. Sungguh fenomenal. Mengingat mereka berdua, yang bernama beken 'Lazy_nna' dan 'Aldhy d'blck lztd' itu sekali pun tak pernah menggaungkan suaranya. Inilah prestasi. Dan saya percaya, Angkatan Rapuh ini adalah angkatan yang work hard in silence and let success make the noise. Lanjutkan. Setelah ini, kita akan saksikan bersama-sama, siapakah yang akan menyusul Sang Ketua Angkatan beserta Sekretaris Himpunan tersebut.

Saudaraku yang budiman dan sama-sama penikmat nasi Workshop,
Terlepas dari kesuksesan beberapa teman-teman kita, marilah kita sama-sama membantu, bahu-membahu, mengulurkan tangan, merogoh kocek, dan membantu saudara kita yang lain. Tetaplah siap siaga ketika Nani, Manda, Riri, Cida, Langgam, Benji, Mikel, atau yang lainnya membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan skripsi mereka. Marilah memotivasi mereka untuk terus semangat menyelesaikan masa-masa terakhir di bangku kuliah. Jadilah bagian dari suksesnya perjalanan kuliah dan karier teman-teman kita. Kalau mau jadi bagian dari perjalanan cinta, juga bisa. Mari manfaatkan waktu untuk belajar dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Mari kita terus mengingatkan satu sama lain untuk berbuat baik dan beribadah. Dan jangan lupa pula, mari bergabung bersama CIMB Niaga. Ehehehe cuma coba-coba.

Saudaraku yang budiman, yang merindukan kapurung Dwi dan bakso Dita,
Sudah saatnya kita bangkit dan meramaikan blog ini. Mari kita sama-sama berbagi rasa melalui tulisan, mengingat kita sudah sangat jarang bertemu dan tidak setiap hari kita berbual-bual di LINE Angkatan. Saya optimis, bahwa blog ini bisa menjadi warisan dan peninggalan bersejarah di angkatan ini. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa mengembalikan semangat kita di saat kita lelah dan penat dengan kesibukan masing-masing. Semoga selain foto-foto kita, tulisan-tulisan di blog ini bisa menjadi pengobat ketika rindu hadir. Dan semoga, blog ini menjadi media yang tepat untuk cerita-cerita dan kabar terbaru, agar teman-teman yang lain mengetahui kondisi dan isi hati kita tentang Angkatan Rapuh ini. Saya menghimbau agar kita senantiasa menjaga silaturahmi dan kebersamaan ini.

Saudaraku sekalian,
Demikian surat terbuka ini saya sampaikan. Jika ada bermasalah, simpan hingga kita berjumpa untuk rapat angkatan. Yang entah kapan.


Tengah malam yang dingin,
Satky

Sunday, March 2, 2014

HAPPY BIRTHDAY AMDY!

Mungkin saya tidak punya tulisan panjang yang romantis dan penuh emosi kali ini. Dua puluh delapan Februari 2013, kamu akhirnya mendapatkan gelar sarjana. Bersama Sary, kamulah sarjana pertama di angkatan kita. Kalian cum laude pertama di angkatan ini. Kalian yang selanjutnya memotivasi teman-teman yang lain untuk bisa dapat nilai maksimal dalam skripsi agar Bu Puspa kembali mengeluarkan komentar "Wah, lagi-lagi cum laude ini angkatan 2009!". Mungkin kamu dan Sary memang pembawa rejeki, karena setelah kalian, di angkatan ini hampir semuanya yudisium dengan IPK di atas 3.5. Lalu orang-orang bertanya, "How did you guys seangkatan do it?". Hemmm, mereka pikir kita selama empat tahun belajar gila-gila demi nilai. Sudah gilaaa... *ala Sary* NO. Kita betul-betul menikmati masa kuliah kita yang empat tahun itu. Sempat berhimpunan dan jadi pengurus selama dua tahun berturut-turut, waktu maba ikut perkaderan sampe tahap akhir dan menikmati tahun-tahun pertama dan kedua di HI Unhas bukan hanya di kampus, tapi juga di rumah Ridho (dimana tengah malam Fais, Ikki dan Apip keluar beli Sarabba, sementara Aldy dan Ridho keluar beli gorengan). Atau di Rumah Dwi dimana kita sama-sama makan kapurung dan coto khas Dwi yang dimasak dengan sentuhan tangan Dwi dan Inna, sementara Sary menunggu jatah cuci piring dan kadang-kadang mengamuk karena Benji dan Riri bisanya cuma icip-icip. Atau di rumah Apip, dimana Michael, Riri, Ridho, Ikki, Ishaq, kadang-kadang menginap untuk kerja spanduk dan sablon baju danus yang seterusnya akan dijual oleh saya, Dwi, Muspid, Amdy, Hutry, atau Wani, atau punggawa-punggawa pencari dana lainnya. Orang pikir kita nggak asik karena jarang ke luar atau nongkrong di mal. Mereka nggak tau aja kalo nongkrong di roti canai sambil membully April yang suka galau atau Icha yang pertumbuhannya begitu-begitu saja, itu rasanya precious.

Ini sebenarnya mau bahas Amdy atau angkatan?

Jadi hari ini, dua Maret 2014, usia Amdy genap dua puluh tiga tahun. Dan sama halnya dengan Amdy, Ridho juga akan berusia dua puluh tiga tahun di tahun 2014 ini.

Ini sebenarnya mau bahas Amdy atau Ridho? Memang segala hal bisa dikaitkan dengan Ridho. Karena dia mi yang terindah.

Well, kalo saya, Ivon, DBD dan Sary sudah merasakan pahitnya merayakan ulang tahun tanpa teman angkatan, mungkin Amdy belum. Tapi rasanya sama ji sekarang rayakan ulang tahun di kota lain atau di Makassar. Sama-sama hampa dan tidak ada teman-teman. Biasanya kalo ada acara ulang tahun dan traktiran di angkatan, jangankan makan-makannya di Ayam Penyet Ria atau di McD Pettarani, di rumahnya saja Dissa di Alauddin atau Dita di Dg. Tata, semuanya pasti pergi. Workshop girls sanggup naik pete-pete, lalu ganti taksi cuma untuk menikmati bakso Dita yang fenomenal dan kue coklat yang bombastis itu. Fikar rela sejenak batalkan acara nontonnya dengan wanita nya demi makan-makan. Tapi kalo dipikir-pikir, sebenarnya tujuan utamanya bukan makan-makan, tapi ngumpul-ngumpulnya. CEO berdompet tebal seperti Dilah bisa ji makan di manapun kalau dia mau. Tapi dia sanggup kok datang jauh-jauh walaupun harus naik pete-pete berkali-kali. Karena hilangmi kepercayaannya Dilah sama OjekHI jadi pete-pete mami toh. Ndak heran ji kalo DBD memang ikhlas berjam-jam bersama Vicky dulu. Maumi diapa? Nda ada mi OjekHI yang temani toh. 

Ini sebenarnya mau bahas Amdy atau OjekHI?

Okay.

Happy birthday Amdy!

Maafkan kami, mungkin tidak ada perayaan ulang tahun seperti tahun lalu. Semoga doa yang terkirim hari ini bisa didengar oleh Yang Maha Esa. Semoga semua targetmu tahun ini bisa tercapai. Dan berikut ini adalah foto-foto teman -teman Angkatan Rapuh yang turut berbahagia di hari ulang tahunmu. 

Ucapan selamat ulang tahun dari warga China.
Kiri atas: Xin Lao Meng.
Kanan atas: Lee Chaiow Sah
Kiri bawah: Wan Dong Fang
Kanan bawah: Yii Kee Rey


Ucapan selamat ulang tahun dari tiga pria yang identitasnya tidak ingin ditampilkan.
Menurut saya foto Ikki sangat kreatif, ramah lingkungan, jujur, berani, dan siap maju tahun 2015 demi Kolaka yang lebih baik. Foto Ridho walaupun tulisannya tidak terlihat, namun cintanya akan selalu ada untuk kita. Karena Ridho bagaikan kesatria dalam gelap. Tidak terlihat, namun kerja nyata. Ridho, mari sukseskan KKN Unhas Gelombang 86!
Foto Riri sangat unik. Itu saja. Makasih. Bye.


Ucapan selamat ulang tahun dari dua wanita yang kini sedang menuntut ilmu, dan (mungkin sembari) mencari jodoh di Eropa. Dan di belakang Dilah, terlihat jelas burung-burung yang sedang mematuk biji-biji kehidupan. *Terus?*


Hanya foto biasa dari dua insan mulia di angkatan rapuh. Assalamu'alaikum....


Terima kasih untuk Rezky, Efri dan Benji yang mengirimkan fotonya tanpa harus ditagih berpuluh-puluh kali. Delay Afif bisa kita maklumi karena dia pusing mencari gincu yang pas untuk dipakai berfoto. Sementara Fais, dia sibuk dengan ujian skripsinya. Semoga Afif dan Benji juga bisa menyusul Fais, Efri dan Rezky yang sudah bergelar sarjana. Amin.


Dimana pun mereka berada, empat perempuan ini masih menyempatkan diri untuk mengambil foto untuk ulang tahun Amdy. Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh di angkatan yang sekarang tengah merantau dan bekerja di kota masing-masing. DBD mengambil gambar ini di sela-sela kesibukan memandangi hijaunya hutan di Bogor sambil bersandar di dada si bos *kemudian dirajam Vicky*. Hutry mengambil gambar ini di tengah-tengah aktivitas menyuap Akbar di rumah :p. Ivon mengambil gambar ini di saat sedang sibuk memimpin meeting di kantornya sambil makan bakso Malang yang nikmat menggelora. *lalu ia upload di Path* *lalu di-frown oleh semua orang* *lalu Ivon tersenyum puas penuh kemenangan*. Dan April mengambil gambar ini saat rapuh di kantor dan lelah akan ini semua. Cukup mas, cukup!


Inna. Manda. Dita. Cida. Fitry. Just because mereka masih di Makassar, doesn't mean mereka nggak sibuk. Apa lagi Cida. Beeeeuhhhh. Asset turnover dari penjualan minyak tanah di area Makassar mengalami penurunan yang signifikan dengan adanya ancaman kompor gas gratis. Makanya Cida sekarang bingung dan sedang giat-giatnya mencari strategi untuk meningkatkan sales di periode mendatang. Oleh karena itu, Cida rela turun ke kilang minyak tanah untuk observasi. Tak ada yang tak mungkin bagi Cida. Advokasi saja telah banyak dia lakukan seumur hidup. Advokasi hati mami.
"Kenapa Cida yang dibahas?" kata Sary dengan sewot


HABISMI

Senang rasanya bisa melihat senyum kebahagiaan kita semua dalam foto ini. *tsah*
Walaupun ndak semua iya, tapi mudah-mudahan kita bisa secepatnya berjumpa dan mengulang kebersamaan dan kegilaan kita ini. Mungkin Ramadhan tahun ini. Ya. Bisa jadi. Bisa jadi.


HAPPY BIRTHDAY AMDY!!


Dalam kerapuhan jiwa menghadapi ujian mid besok,
Satky

Sunday, September 22, 2013

Is It Just Me or Single 09 Girls Are Powerful Today?



Tulisan ini hadir tiba-tiba, setelah beberapa hari belakangan saya memperhatikan teman-teman dari jauh. Alhamdulillah kabar baik dating silih berganti di angkatan yang rapuh ini. (*Datang, sorry autocorrect). Tapi sadar tidak sadar, kalau diperhatikan, teman-teman dengan kabar baik ini kok rata-rata perempuan dan… lajang ya? Mungkin ini kebetulan, tapi mungkin juga tidak. Bisa jadi di balik kesuksesan mereka sekarang, mereka memotivasi dirinya dengan lebih teguh dan usahanya terbilang maksimal.

Dilah. Sukses dengan Cici Marthan, travel enterprise yang usianya belum sampai setengah tahun, tapi saat ini sedang sangat berkembang di Makassar. Mungkin peluang bisnis Dilah adalah teman-teman kita sendiri, seperti Hutry yang bolak-balik Nunukan-Makassar-Nunukan dan meninggalkan suami, teman-teman yang beberapa kali travel ke luar kota seperti April, atau mungkin saja Sary yang sempat ingin beli tiket untuk sesorang pria di kota Padang yang entah hingga saat ini apa kabarnya. Dilah usianya masih 22 tahun, jomblo, baru bergelar sarjana 3 bulan lalu, perusahaannya masih sangat baru, hanya menggunakan marketing tool seadanya, capital yang tidak sampai puluhan juta, employee yang jumlahnya bisa dihitung jari, tapi kok Cici Martan bisa seberkembang ini? Setelah saya pikarpakarpikir, ada nilai yang Dilah bawa yang tidak dibawa oleh entrepreneur lain. Nilai apa itu? Nilai kemanusiaan. Dilah membuka bisnis travel salah satu tujuannya adalah membantu memudahkan teman-teman yang ingin membeli tiket pesawat. Dari niatnya saja sudah bagus, apa lagi ditambah dengan kerjanya yang juga maksimal; sedia 24 jam sehari dengan tabnya untuk melayani permintaan tiket dari siapapun (sampai-sampai baterei tab harus drop karena internet selalu diaktifkan), aktif menarik customer dengan menggunakan marketing tool yang sangat efektif saat ini (twitter…. dan gosip), dan kepandaiannya untuk mempromosikan usahanya dengan orang-orang di sekitar. Yang unik adalah, ketika berbisnis, kita berupaya untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya, tapi Dilah malah sangat senang ketika bisa mendapatkan tiket dengan harga termurah untuk kostumer. Untungnya dari mana? Bukan dari uang pastinya, tapi dari kepuasan batin setelah dia berhasil menyenangkan hati customer. Sepertinya Dilah tahu bahwa dengan memberikan best customer service, uang bukanlah masalah. Karena ketika sudah ada pembeli, uang akan datang dengan sendirinya.

Sary. (Ededeh, Sary mi seng). Baru-baru ini diterima di salah satu MNC asal Australia. Fenomenal. Amazing. Wonderful. Fantastic. Incredible. Marvelous. Tak dapat BUMN, rezekinya ternyata ada di perusahaan asing. Tapi kita nggak tau ya apakah perusahaan asing bisa memberikan jodoh buat Sary, layaknya BUMN berinisial J? Sary memang fenomenal, meninggalkan Makassar ke Surabaya dan sekaligus menjadi punggawa 09 pertama yang berhijrah pasca-wisuda, dan sekarang ia hadir dengan berita gembira. Tapi mungkin kita akan lebih bahagia kalau mendengar berita gembira tentang Sary yang dipinang oleh CEO jetset atau eksekutif seperti yang ia impikan dulu. Sayangnya, kita tidak pernah tahu kapan berita baik tentang jodoh Sary itu datang menghampiri angkatan ini. Entahlah. Yang penting sekarang, Sary yang berusia 28 tahun tapi jomblo ini, sudah memasuki tahap baru sebagai wanita karier, dan sudah siap membayar hutang syukuran wisuda yang belum ia penuhi hingga saat ini. (Saya juga belum sih. Ehehehe coba-coba…)

Perempuan yang ini memang sudah dikenal sebagai pekerja keras, tapi tidak suka dikerasi apalagi sama laki-laki. April. 20 tahun dan sudah punya jaminan pekerjaan nantinya. Kerja di bank pasti menyenangkan, apalagi posisinya bagus (sekalian motivasi diri ka’ ini kodong). April adalah perempuan sekaligus anak pertama di Angkatan Rapuh yang tahu rasanya jadi orang kantor. Dengan academic record yang menakjubkan, April terpilih sebagai lulusan terbaik FISIP Unhas periode Juni 2013, dengan IPK 3.92. April memang hebat, di balik stres yang ditimbulkan oleh padatnya kerjaan, macetnya Jakarta, sepinya hidup tanpa keluarga dan teman angkatan, dan kondisi jomblo yang ia hadapi sekarang, April tetap survive dan bisa jadi inspirasi buat teman-teman yang lain. Apalagi sebagai jomblo (ehm…) April pasti bisa lebih fokus dengan pekerjaannya sekarang. Tapi kalo April kepikiran untuk membuka hati, dan mengisi relung yang kosong itu, yah… ehehe coba-coba…. Mungkin Ridho bisa lah hadir membawa setitik sinar dan seteguk kasih sayang.

Sewaktu maba, Dwi sudah mengumbar-umbar aurat, eh, maksudnya kecintaannya pada Eropa. Dan tadaaaa… sekarang chef angkatan kita sudah berada di salah satu most livable cities in the world: London! (Trus gue harus bilang ‘wow’ gitu? Nggak, bilang aja jealous!). Dwi memang serius dalam mengejar impian. Impian untuk kuliah di Inggris, mengenyam pendidikan tinggi dan bermutu, berjalan di pusat kota dengan gaya London Lady, nikah dengan bule, punya anak bermata biru dan berambut pirang, dan sebagainya. Dan Dwi saat ini tengah berjuang untuk impian-impian tersebut. Belajarlah dengan giat, Dwi. Motivasilah dirimu sesering mungkin, karena tak ada pacar yang bisa memotivasimu sekarang. Jagalah silaturahmi dengan Angkatan Rapuh dengan terus kirim berita-berita terkini di Line Angkatan setiap malam, karena tak ada pacar yang bisa kamu kirimi sms ‘Good night, honey…’. Semoga kelak hadir pria yang tidak hanya bisa menerimamu apa adanya, tapi juga berdada bidang, berkulit terang, berwajah tampan. (Maksudku Ishaq. Atau Fais.). Semoga kamu mendapatkan bule. Agar kelak kamu tidak seperti Sary, yang ketika ditanya oleh anaknya; “Mommy, where is daddy?”, dan Sary menjawab, “Sweety, your daddy is in Soroako…”

DBD. Bingung ka’ apakah DBD terhitung kering atau basah. Jomblo atau pacaran. Karena statusnya dengan Vicky hanya ia, Vicky, dan Tuhan yang tahu. Mungkin Ivon juga tahu tapi entah lah, sebagian besar teman-teman di Angkatan Rapuh tidak mengetahuinya. Well, DBD juga sekarang sudah bekerja, di salah satu NGO yang berbasis di Bogor. NGO kan memang kerjaan impian anak HI? Dengan pelan-pelan dan penuh kelembutan, DBD menjamah lowongan kerja yang ada dan akhirnya sekarang ia berstatus sebagai wanita karier juga. Ini tentu tidak terlepas dari peran Vicky yang terus memotivasi DBD sampe lupa memotivasi skripsinya sendiri, dan peran Ibunda tercinta di Bandung sana. Tapi jika harus memilih, pilihlah ibumu, Deb. Karena ridho Allah adalah ridho orang tua. Dan ridho Vicky adalah ridho wirawan. Ehehe coba-coba.

Icha (yang ini nassa-nassami jomblo, kecuali diam-diam dia ta’aruf). Icha, adik kita yang masih belajar ngaji Iqra 3 ini sekarang sudah bekerja di NGO juga loh, teman-teman. Berbasis di Makassar, dan fokus tentang kelautan dan wilayah pesisir. Hm.. tentu ini akan menjadi peluang yang baik untuk Ridho, karena dengan bermodalkan wawasan bahari dan terumbu karang yang ia dapatkan semasa KKN, Ridho bisa menjadi lebih pede mendekati Icha. Tapi kita tidak perlu khawatir Icha memasuki dunia kerja, karena sebelumnya ia sudah punya pengalaman kerja sebagai guru yang murid-muridnya seusia dengan dia (kisaran 8 hingga 12 tahun). Yang saat ini kita perlu khawatirkan adalah bagaimana agar Icha mampu mengalokasikan penghasilannya untuk syukuran dengan teman-teman. Hitung-hitung syukuran wisuda belum terselenggara, dan Angkatan Rapuh di Makassar semakin sedikit, jadi intensitas pertemuan harus terus ditingkatkan. Karena jika kita tidak kompak dan hanya memikirkan diri sendiri, April akan marah-marah di Jakarta, membanting komputer kantor dan merobek-robek portfolio di meja sambil teriak: “ANGKATAN KITA RAPUH!!!”

Now, who else?

Kabar baik dari teman-teman akan terus ditunggu. Yang laki-laki, yang perempuan, yang jomblo, yang sudah punya pacar, yang di-PHP, semua harus sukses. Angkatan kita memang rapuh. Angkatan kita tidak punya nama, tapi apalah arti sebuah nama angkatan kalau kita sudah punya identitas sebagai anak HI Unhas Angkatan 2009. Lagian, nama bisa jadi oposit dari diri seseorang / organisasi. Jadi mending punya nama yang dari luar sangat tidak bermakna, tapi aslinya precious dan berbeda dari nama itu. Seperti nama angkatan kita. Rapuh.


Missing you,
Satky

Saturday, August 24, 2013

RINDU: Sebuah Fenomena dalam Celoteh Seorang Satkar

Kebanyakan orang hanya merasa, namun tidak bisa mengungkapkan. Sebaliknya, ada pula orang-orang yang bicara panjang lebar tentang sesuatu tapi kenyataannya dia sama sekali belum pernah ada di posisi itu. Saya sering menemukan orang-orang yang mengaku ingin jadi orang lain, karena orang itu dianggap keren, menarik, atraktif, disukai, cerdas, kaya raya, dan sebagainya, tapi dia tidak tahu bagaimana sebenarnya perasaan yang dialami oleh orang itu; apakah ia sendiri merasa keren, menarik, atraktif, disukai, cerdas, kaya raya, dan sebagainya? Seorang pernah berkata pada saya; “Tahu apa kamu tentang cinta? Memangnya kamu pernah pacaran?”. Bagi saya, adalah salah ketika orang-orang beranggapan bahwa cinta itu hanya kepada seseorang pacar atau kekasih atau istri. Sama halnya ketika saya berbicara tentang rindu, seseorang langsung bertanya; “Lagi rindu siapa? Kamu kan nggak punya pacar?”, lalu dengan cuek bin sarkartis saya menjawab, “Ya. Saya merindukan pacar kamu. Ada apa?”
Orang sering sekali menganggap remeh perkara rindu. Katanya rindu itu hanya sesaat, tapi ada juga ternyata rindu yang berkepanjangan. Bayangkan seorang istri yang suaminya ditugaskan sebagai pasukan militer yang kerap pergi jauh meninggalkannya, atau seorang yang dengan sabar menanti pasangannya yang dihukum penjara. Menurut saya, semua rindu itu berat. Yang membuatnya ringan hanyalah kesabaran kita, dan bagaimana kita mencoba mengisi kekosongan di saat kerinduan itu datang.