Friday, October 24, 2014

Angkatan Rapuh Kesayangan



*Menjelang keberangkatan Aldhy dan Inna
Pagi-pagi tadi, lagi putar lagunya sheila on 7, kemudian mengalun lagunya mas duta yang judulnya “Kisah Klasik Masa Depan”. Bagi yang lupa liriknya, kayak ini nih :

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Karena hari ini yang kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karena waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua.

Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian.


Lagunya berhenti mengalun.... Tapi hayalanku ke masa-masa dulu berlanjut. Rindu angkatan rapuh...

Hei kaliaaan... teman bertengkar, teman musuh2an, teman diajak jalan, teman karaokean bareng, teman pinjam2an segala macam hal. Apa kabar kaliaan semua??? Meskipuun kita punya line group dan official twitter account tetap saja jejaring sosial itu semu. Bertemu kalian hanya satu-satunya obat rindu. Asiiiik.
Btw, lirik lagu ini terbayang terus dipikiranku sepanjang hari ini. “Bersenang-senanglah, karena hari ini yang kan kita rindukan, di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah
Karena waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua....”

Dak perlu menunggu tua om duta, untuk angkatanku ini saya selalu bangga setiap saat, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun. Mereka sederhana, dan berilmu. Tak pernah membeda-bedakan strata sosial, “humble” mungkin cukup menggambarkan mereka.

___________________________________
Haaaah.... Hari ini dua orang lagi yang berangkat. My ketua angkatan dan sekretaris himpunan yang paling sabar dan tenang. Kok sedih siiih???? -_-
Tapi 2 tahun di negeri orang (baca: Ankara, & Istanbul Turki) itu waktu yang singkat lah ya. Dak terasa lah itu. Pulang-pulang tolong bawakan angkatan kita ipar yang hidungnya tinggi. Mayoritas di angkatanta hidung besar soalnya. J
Bagi yang sedang di luar teritori indonesia sekarang, take care there ya. Bagi yang sedang di pesawat, kalian juga... terutama innaaa.... yang kuat. Fightiiing....
Bagi yang sedang memburu beasiswa, semangat, jangan salah bidik beasiswa. OK. Adami yang salah jalan di angkatan ta... Hahahaaaaa... Tapi tetapji bersyukur kodong.
Bagi yang sedang mempersiapkan diri dan memantaskan diri untuk beasiwa, semangat juga. Selalu ada jalan bagi yang berusaha.
Bagi yang sedang melanjutkan skripsinya, fightiiiiing... Bisaaaaa pasti. Kuncinya kerja keras, usaha, doa dan di doakan.
 
____________________________________________________
*Di waktu lain @Graha Bank plat swasta

Hari ini menjelang H+13 dari akad nikahku. (sorry dibawah ini kata-katanya diformalkan sedikit, maklum jaga image pengantin baru... apasiiiih)

Curhatan pengantin baru untuk angkatan rapuhku sayang.

Menjadi termuda kedua di angkatan kita bukan pilihanku.
Takdir yang mempertemukan kita.
Begitu pula menjadi pengantin muda dengan umur masih memasuki awal 21 tahun ini. Memang pilihanku untuk demikian, tapi diluar dari itu peran takdir yang menuntunku mengambil keputusan ini.

Yang ada di benakku ketika mengambil keputusan ini adalah perasaan cukup untuk sendiri berkelana. Saatnya punya sandaran tetap yang bisa diajak berbagi suka & duka. Saatnya memiliki seseorang yang bisa membimbing dan mengajak kembali kepada-Nya. Saatnya menjaga diri dengan hanya memiliki satu pujaan hati. Dan juga last but not least, karena keinginan mama yang ingin melihat anaknya memiliki pendamping sekaligus seseorang yang bisa menjaga anak sulungnya sebelum mereka berkelana di negeri orang. 

Kakak datang dengan mantapnya menawarkan hubungan yang lebih serius. Padahal kita tidak begitu kenal. Bagiku, sudah kurasakan hubungan yang lama, serius, tidak serius, diacuhkan, mengacuhkan orang lain, dll. Sehingga dari semua perasaan yang pernah kurasakan itu, kusimpulkan bahwa lama atau tidaknya hubungan, ketika dia serius untuk menghalalkan hubungan kita, itu sudah cukup menunjukkan dia berkomitmen atas hubungan tersebut. Apalagi berani untuk mengambil langkah ke arah yang lebih suci. Di saat itu pula, saya memantapkan diri untuk meng’iya’kan ke jenjang yang lebih serius seperti yang ditawarkan kakak. (urusan mengenai sifat yang berbeda itu belakangan, tapi sebelum menikah bagusnya sudah tau sifat asli dari pasangan. Jadi pada saat PDKT jangan ada yang disembunyikan). à Maap kultum sedikit. Kalau diingat-ingat kala itu guys, sungguh deg-deg an rasanya. Bagi kalian yang ingin merasakan perasaan deg-deg an itu segera, ku doakan semoga cepat dibukakan jalannya. 

Dan, Here i am. Berkeluarga. Akhirnya predikat cewek single kulepaskan sudah. Tapi awal-awal ini ada saat dimana saya lupa kalau status telah berubah menyandang predikat “someone Mrs.”, dimana melekat pula hak dan kewajiban seorang istri di gelar itu. Rasa-rasanya belum ada yang berubah, sebelum sadar bahwa saat ini saya sudah tinggal dirumah yang berbeda, kasur yang berbeda, dan suasana yang berbeda. Yang menyenangkan adalah suasananya lebih hangat daripada dulu yang hanya sendiri bertemankan sepi (maap ber’lebay’an dlu sedikit). 

Seperti kata Hutri di tulisannya sebelumnya, sampai ke titik ini tidaklah mudah. Butuh niat, komitmen, saling percaya, saling mengerti yang kuat. Karena kita, pasangan kita, dan kedua keluarga pasti ada perbedaan. Kalau tidak ada semua ‘ke-saling’an’ di atas itu, gampang saja berhenti di tengah jalan. Sayapun sempat goyah, kalau tidak selalu mengingat niat dari awal mungkin tidak akan sampai pada jenjang ini. Dan kalian, my lovely angkatan rapuh, suatu saat nanti juga akan mengalami hal yang sama. Teguhkan niat jika telah sampai pada gerbang pernikahan. Bukan hanya digerbangnya semoga niat kita tetap kokoh sampai pada ujung dari perjalanan ini karena ke depannya jalan pasti tidak akan mulus mulus saja. Sayapun masih harus belajar banyak untuk itu.

Untuk kalian, terimakasih sudah datang melengkapi bahagiaku di 11 dan 19 Oktober 2014. Beribu rasa bahagia, haru, dan sedih ada kalian disana. Sedih karena ada beberapa teman yang tak bisa hadir karena jarak terlalu jauh memisahkan, tapi tak apalah. Salam kangen untuk kalian disana, salam kangen untuk malaysia, aussie, inggris, china, & turki (dak adaji yang terlewat toh??). Rindu beribu rindu untuk angkatan rapuh ini. Angkatan kita memang keren. Selalu bombastis. 

Bersenang-senanglah karena hari ini yang kan kita rindukan, di hari tua”. Tak sabar menceritakan kalian kepada anak-anakku nanti. Cerita tentang om dan tante-tantenya di angkatan rapuh, yang luar biasa kacaunya dulu waktu kuliah.

Salam hormatku untuk kalian semua, orang-orang hebat dan unik yang selalu melengkapi bahagia.
Kusayangko semua anak-anak, as always. Salam angkatan rapuh.

With love,
APRIL

No comments:

Post a Comment